Tuntutan JPU Dinilai Tak Adil, Keluarga Terdakwa Judi Slot di Lingga Protes

Judi slot di lingga
Sidang ketiga kasus judi slot atau judi online di Pengadilan Negeri Tanjungpinang di Dabo Singkep, Lingga, Rabu (18/10). Foto: kutipan.co

Lingga (gokepri) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lingga menuntut terdakwa kasus judi slot chip Higgs Domino dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara. Tuntutan tersebut dinilai tidak adil oleh keluarga terdakwa dan kuasa hukumnya.

Pada sidang ketiga yang berlangsung di Zetting Plat Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (18/10), JPU M. Andri Ghifary membacakan tuntutan tersebut.

“Tuntutan sudah kami bacakan, sekarang kami menunggu pihak terdakwa untuk memberikan pembelaan terhadap tuntutan yang diajukan oleh JPU. Mereka dituntut 2 tahun 6 bulan untuk kasus perjudian online,” kata Andri.

Baca Juga: Wulan Guritno Penuhi Panggilan Bareskrim terkait Promosi Judi Online

Keluarga terdakwa dan kuasa hukumnya merasa bahwa tuntutan tersebut tidak adil. Mereka membandingkan dengan kasus-kasus perjudian serupa yang ditangani oleh JPU Kejaksaan Negeri Lingga sebelumnya, di mana tuntutannya jauh lebih rendah.

“Tuntutan JPU sangat berlebihan dan tidak adil, ada 2 terdakwa kasus yang sama sebelumnya tuntutan Jaksa malah rendah sementara di kasus ini JPU menuntut tinggi,” ungkap keluarga terdakwa.

Tuntutan tersebut dinilai terlalu tinggi, mengingat dalam kasus-kasus perjudian serupa yang ditangani oleh JPU Kejaksaan Negeri Lingga sebelumnya, tuntutannya jauh lebih rendah. Penasehat Hukum Terdakwa, Angga Siagian juga menyampaikan ketidakpuasan terhadap tuntutan JPU. Ia membandingkan dengan kasus-kasus perjudian serupa yang ditangani oleh JPU Kejaksaan Negeri Lingga sebelumnya, di mana tuntutannya lebih rendah daripada yang diterima kliennya.

“Barang bukti (cip higgs domino) klien kami jauh lebih sedikit klien kami juga kooperatif, saya rasa wajarlah jika pihak keluarganya merasa tuntutan JPU terhadap klien kami tidak mencerminkan rasa adil bukankah tujuan hukum itu memberikan rasa keadilan dan tidak membeda-bedakan setiap orang sesuai fakta hukum agar tidak timbul kecurigaan terhadap penegakan hukum di masyarakat” kata Angga, Kamis (19/10/2023).

Terhadap tuntutan JPU tersebut, Angga P Siagian menyebutkan akan melakukan Pledoi atau pembelaan serta siap melakukan upaya hukum lain terhadap kliennya. “Kami kecewa atas tuntutan JPU, dalam kasus ini JPU menuntut tidak adil,” pungkas Angga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Tambunan

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *